TERIMAH KASIH ANDA BERKUNJUNG DI BLOG Q ANDA YG KE

Kamis, 01 Maret 2012

PKN 1

KD.4.5 MENGHARGAI KERJASAMA DAN PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG BERMANFAAT BAGI INDONESIA Indikator 1.Mengidentifikasi bentuk kerja sama Indonesia dengan negara lain 2.Menjelaskan manfaat kerja sama antar bangsa 3.Memberikan beberapa contoh perjanjian internasional yang bermanfaat bagi bangsa indonesia Jawab 1.Kerjasama Indonesia-Australia -{Pemerintah Australia dan Indonesia hari Senin menandatangani proyek kerjasama untuk mencegah masalah perdagangan manusia di kawasan Asia Tenggara. Proyek ini menitikberatkan pemberian bantuan pada aparat hukum Indonesia dalam menanganikejahatan perdagangan manusia. Menurut Kepolisian Indonesia, program kerasama ini penting karena masalah perdagangan manusia tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu negara. Indonesia adalah negara ke 5 yang terlibat dalam program kerjasama memerangi masalah perdagangan manusia yang dipelopori pemerintah Australia, setelah Malaysia, Kamboja, Laos dan Birma. Program yang disiapkan untuk kawasan Asia ini rencananya akanberlangsung selama 5 tahun ke depan. Manfaat kerjasama Kepala Badan Reskrim Polri Komisaris Jendral Polisi Bambang Hendarso, yang bertanggungjawab dalam menangani kasus perdagangan manusia lintas batas, menjelaskan dalam menanggulangi penyelundupan manusia yang modus operandinya memiliki kesamaan antar satu negara dengan negara lain, apabila tidak ada kerjasama dalam rangka pencegahan akang mengalami kendala. Oleh sebab itu memalui pelatihan bersama akan ada manfaatnya, katanya. Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer mengatakan,kerjasama regional ini adalah bentuk komitmen untuk memerangi perdagangan manusia di kawasan Asia. Pejabat Australia yang ikut menandatangani kerjasama ini, Phillipe Allen, mengatakan programsenilai Rp 160 milyar ni akan difokuskan kepada bantuan teknis. Phillipe Allen mengatakan, programini dilakukan dalam bentuk kerjasama pelatihan bagi para jaksa, hakim, atau polisi yang bertugas dalam menangani kasus perdagangan manusia. Menurutnya Indonesia akan merasakan manfaat dari kerjasama seperti itu. Masalah perdagangan manusia menjadi isu penting Australia, setelah mereka dibanjiri kehadiranimigran gelap dari Irak dan Afganistan yang menjadikan Indonesia sebagai basis transitnya, sebelum mereka menuju negara tujuan Australia.} -Indonesia Jajaki Kerja Sama Bidang Pertahanan dengan China {Pejabat militer seniorCina Guo Boxiong meminta adanya kerja sama yang lebiherat dalam bidang militer dengan Indonesia. Permintaan itu disampaikan Guo saat menerima kunjungan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Guo, wakil ketua Komisi Militer Pusat Cina, memuji perkembangan hubungan bilateral antara kedua negara selama 62 tahun terakhir. Cina dan Indonesia memulai hubungan diplomatik pada 1950. Kedua negara menandatangani deklarasi bersama mengenai "kemitraanstrategis." "Dalam beberapa tahun terakhir, keduanegara telah menyaksikan meningkatnya pertukaran di bidang pertahanan dan keamanan, semakin eratnya kepercayaanpolitik dan kerjasamayang menguntungkan," kata Guo, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua . Ia mengatakan Cina bersedia melakukan upaya bersama dengan Indonesia untuk menjajaki potensi kerja sama dibidang lain serta mendukung perdamaian, stabilitas dan kemakmuran Asia Tenggara. Purnomo mengatakan Indonesia menyadari pentingnya kerjasama dengan Cina, termasuk dalambidang pertahanan. Iamemberikan tinjauan positif atas perkembangan hubungan bilateral militer kedua negara.Indonesia siap mengembangkan kemitraan strategis dengan Cina dan mengawal perdamaian serta keamanan di kawasan itu.} -.Kerja Sama Indonesia-Amerika {Hubungan RI dan Amerika Serikat (AS) telah terbina sejak sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1945. Kemudian pada 28 Desember1949, Amerika Serikat membuka Kedutaan Besar Amerika di Jakarta dan menunjuk Duta BesarAS pertama untuk Indonesia, Horace Merle Cochran. Pada 20 Februari 1950, Pemerintah Indonesia menunjuk Dr. Ali Sastroamidjojo sebagai Duta Besar RI pertama untuk Amerika. Selanjutnya kedua negara melakukan kerjasama di berbagai bidang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kedua belah pihak. Indonesia dan Amerika Serikat memiliki landasan kuat dalam melakukan kerjasama untuk kepentingan kedua belah pihak yang berlandaskan pada adanya nilai-nilai dasar yang dihormati bersama (shared values), yaitu demokrasi, good governance, penghormatan hak asasi manusia, dan masyarakat yang plural dan toleran. Berdasarkan landasan tersebut, Indonesia mengharapkan tercapainya hubungan yang lebih luas dan mendalam dengan pemerintah AS di masa mendatang, berdasarkan prinsip equity, mutual respect dan mutual benefit. Landasan ini tidak serta merta membuka peluang dan jalan mulus bagi Indonesia dalam melakukan kerjasamanya dengan Amerika mengingat kedua belah pihak memiliki standar dan kriteria berbeda khususnya norma dan budaya kelokalan yang dimiliki. Meskipun telah disepakati kerja sama bersifat menyeluruh melalui dukungan terhadap integritas teritorial, perkembangan demokrasi dan reformasi, serta upaya Indonesia dalam menjaga stabilitas nasional yang tercatat dalam Joint Statement Presiden RIdan Presiden AS pada saat kunjungan Presiden Bush ke Indonesia, 20 November 2006, yang menyebutkan bahwa “...the two countries are bound by a broad based-democratic partnership based on equality, mutual respect, common interestsand the shared values of freedom, pluralism and tolerance...” . Meskipun demikain, terdapat beberapa bidang kerjasama yang selalu menghasilkan output yang sama tanpa perbaikan yang nyata, bahkan bisa disebut sebagai agenda rutin tahunan kerjasama kedua belah pihak. Bidang-bidang tersebut antara lain adalah pertama, kerjasama dalam mengatasi perubahan iklim. Kedua adalah kerja sama dalam menciptakan dan melaksanakan prinsip-prinsip good governance yang bertumpu pada pemberantasan Korupsi Kolusi danNepotisme (KKN). Hal ini dikarenakan KKN merupakan penyebab utama dari tidak berfungsinya hukum di Indonesia sehingga memerlukan best practice yang telah berpengalaman untuk memecahkan masalah tersebut. Dari hasil kerjasama yang bersifatrutin dan stagnan perbaikan, setidaknya terdapat dua cara dalam memberantas KKN yaitu mencegah (preventif) dan upaya penanggulangan (represif). Tiga bidang kerjsama lainnya yangmasih belum memerlukan peningkatan peran aktif dan kontribusi adalah kerjasama bidang pendidikan, bidang energi, dan bidang penanganan bencana. Untuk bidang energi, sebenarnya Indonesia dan AS ingin mengembangkan kerjasama di bidang pembangunan bioenergi, atau biofuel sebagai energi alternatif. Dalam hal ini Amerika Serikat telah siap untuk berbagi di bidang teknologi dan hal–hal lain yang berkaitan dengan pengembangan energi alternatif khususnya biofuel , akan tetapi msih belum bisa terwujud. Selain kerja sama yang menghasilkan dampak stagnan, terdapat kerja sama yang cukup baik dan perlu mendapat prioritas, antara lain kerja sama dalam hal pengurangan emisi dari lahan gambut dan LULUCF (Land Use, Land-Use Change and Forestry) melalui lima program yaitu informasi dasar, kebijakan yang menyeluruh, peningkatan kapasitas untuk pemangku kepentingan lokal, penerapan konsep yang telah terbukti dan alokasi dana khusus untuk lahan gambut dan LULUCF. Kerja sama lain yang perlu mendapat prioritas adalah isu Laut Cina Selatan. Kesepakatan kerja sama ini bersifat krusial, sebab kedua negara secara langsung memiliki kepentingan vital di perairan tersebut. Bagi Washington, terciptanya kebebasan bernavigasi di Laut Cina Selatan merupakan hal yang tidak bisa dikompromikan. Adapun bagi Jakarta, keutuhan wilayahnya di Laut Natuna yang berbatasan dengan Laut Cina Selatan yang diklaim pula oleh Beijing adalah suatu isu yang tidak bisa ditawar. Selanjutnya, kerja sama hubungankeagamaan dan pemberantasan terorisme di antara kedua belah pihak mengingat warga negara di kedua negara yang bersifat majemuk dengan berbagai macam aliran agama dan adanya gerakan-gerakan yang bersifat radikal. Hal ini seperti diungkapkanoleh Presiden AS Barack Obama yang menjanjikan hubungan yang lebih baik dengan dunia Muslim khususnya Indonesia dan menyerukan perang terhadap terorisme yang telah membunuh orang-orang tidak berdosa.} 2.Kerjsama antar bangsa sangat berdampak positif, trutama disektor ekonomi, untuk mnigkatkan prekonomian suatu negara, mnjalin hubungn baik antar bangsa, dpt mmprkenalkan suatu produk k negara lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar